WATES, 23 Juli 2026 – Mahasiswa Praktik Kependidikan sukses menyelenggarakan program Sosialisasi dan Workshop Interaktif Pencegahan Kenakalan Remaja dan Perundungan (Bullying) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung di Mushola An-Najah SMK Muhammadiyah 1 Wates dengan melibatkan 275 peserta yang terdiri atas siswa-siswi kelas X, XI, dan XII, perwakilan guru, serta pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Program edukasi ini dirancang secara khusus untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai bahaya perundungan serta membentuk lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Dalam proses pelaksanaannya, narasumber menyampaikan materi mengenai pengenalan jenis-jenis perundungan—mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying—serta dampaknya terhadap masa depan remaja. Selain penyampaian materi, para peserta diajak menyaksikan pemutaran video motivasi singkat mengenai dampak psikologis perundungan, dibekali pelatihan literasi digital dan komunikasi asertif, serta mengikuti simulasi pembentukan Konselor Sebaya (Peer Counselor) bersama pengurus IPM.
Pelaksanaan kegiatan ini membuahkan hasil nyata berupa peningkatnya pemahaman siswa serta terbentuknya komitmen bersama yang divisualisasikan melalui penempelan sticky notes berisi pesan, harapan, dan janji menolak perundungan pada media "Pohon Harapan". Dampak positif dari kegiatan ini adalah terciptanya suasana sekolah yang lebih inklusif, ramah anak, dan saling menghargai antarsiswa. Manfaat utama dirasakan langsung oleh siswa yang kini memiliki saluran aduan awal yang aman melalui Konselor Sebaya. Secara holistik, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap target SDG 4 dalam menyediakan fasilitas pendidikan non-kekerasan serta target SDG 16 dalam menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Sebagai tindak lanjut, pihak SMK Muhammadiyah 1 Wates bersama Tim Bimbingan Konseling dan pengurus IPM berkomitmen untuk mengaktifkan peran Konselor Sebaya secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Diharapkan program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mengakar menjadi budaya sekolah yang suportif, sehingga angka kasus perundungan dan kenakalan remaja dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang.